Magetan – Malam penutupan masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa Universitas Surabaya (Unesa) di Desa Bogem, memberi kesan mendalam.
Setidaknya ini yang dirasakan mahasiswa Unesa yang sejak 12 Agustus 2026 melakukan pengabdian masyarakat melalui KKN-T di sana. Malam penutupan itu diisi pentas wayang kulit, dan pengrawitnya para mahawasiswa.
“Sangat berkesan, karena bagi sebagian besar teman-teman, ini baru pertama kali pentas karawitan,” kata Kelompok KKN-T desa Bogem, Faqih Rafasha Argandhi, Jumat (25/9/2026) lalu.
Karawitan disiapkan selama kurang lebih dua minggu. Di sela-sela menngerjakan program kerja (proker) KKN-T, mahasiswa mempersiapkan malam karawitan dengan belajar pada sanggar desa setempat, Sanggar Ngudi Laras.
Acara pentas budaya dihadiri kepala desa, warga, sejumlah OPD, dan perwakilan dari kecamatan Kawedanan.
Dalam KKN-T di desa Bogem, mahasiswa juga membangun ‘monumen’. Sebuah peta desa yang dipasang di lokasi strategis dekat balai desa. Peta itu berisi lokasi-lokasi fasilitas umum dan foto-fotonya.

Faqih menceritakan selama sekitar 45 hari KKK-T di desa Bogem, program kerja berfokus pada bidang pendidikan dan kebudayaan.
“Kami membantu pengajaran dan pendidikan khususnya kepada anak-anak SD, dengan les atau tambahan pelajaran, TPA,” jelasnya.
Program Pendidikan ini makin terasa lengkap dengan pembuatan pojok baca yang ditempatkan di balai desa. Ada dua rak yang diisi seratusan buku.
“Ini murni buku dari kami, dan hasil sumbangan untuk meningkatkan minat baca anak-anak,” imbuh Faqih.
KKN-T mahasiswa Unesa juga membuat desa menuju digitalisasi dengan pembuatan website desa. Website berisikan profil desa, infografis, dan etalase UMKM.
Lewat website ini, warga juga makin mudah dalam bersurat ke Pemerintah Desa.
“Gak perlu bolak-balik ke desa untuk hanya bersurat dan mendapatkan jawabannya. Termasuk, beberapa urusan administrasi yang dibutuhkan warga,” ungkap Faqih.
Website ini bisa diakses di desabogem.my.id. (far/mk)


