Magetan – Setiap hari kerja, rata-rata 5 sampai 10 mobil dilayani Teffa Autocare (TAC). Segala jenis mobil, dari berbagai merek dengan beragam keluhan. Mulai perawatan berkala, servis ringan hingga berat, ganti oli, perbaikan kaki-kaki hingga penggantian suku cadang.
Kalau lokasinya tak berada di dalam lingkungan SMKS Magetan 1 YKP, rasanya bengkel yang besar ini lebih mirip bengkel milik dealer-dealer besar.
Teffa Autocare (TAC) SMKS Magetan 1 YKP melayani perawatan dan perbaikan mobil dengan fasilitas yang lengkap, modern dan ditangani tenaga profesional.
Kepala SMKS Magetan 1 YKP, Arif Kurniawan bercerita TAC telah beroperasi dua tahun. Bengkel TAC merupakan binaan dari Pabrikan Daihatsu dan mendapat dukungan dari Program CSR Pertamina Fastron.
“Bengkel ini bermula dari konsep Teaching Factory, sehingga melahirkan tenaga profesional dan menjadi tempat praktik siswa seperti di dunia kerja sesungguhnya,” ungkap Arif, Senin (19/10/2026).
Teaching Factory atau pembelanjaran industri merupakan konsep pembelajaran berbasis produksi atau jasa di SMK yang mengacu pada standar industri dan dilaksanakan dalam suasana mirip dengan industri sebenarnya.
TAC SMKS Magetan 1 YKP terus berkembang dengan memberikan layanan one stop service.
“Ini menjadi satu-satunya di Magetan. Dan, kami menjadi salah satu percontohan,” katanya Arif sembari menunjuk mobil Mercy milik salah satu pelanggan yang mempercayakan perbaikannya di TAC.

SMKS Magetan 1 YKP juga punya bengkel untuk kendaraan roda dua. Saat ini, di salah satu ruangan workshop tengah memodifikasi mobil Jeep Willys menjadi kendaraan bertenaga listrik.
Sebagai salah satu SMK swasta di Magetan, SMKS Magetan 1 YKP memiliki beberapa workshop seperti bubut dasar, kerja bangku, teknik kendaraan ringan, teknik alat berat, dan teknik pemesinan. Workshop yang dilengkapi peralatan cukup lengkap bagi sekitar 470 siswa.
SMKS Magetan 1 YKP memiliki sistem belajar yang membuat siswa punya kompetensi, skill, dan attitude dalam budaya industri.
“Ada jalur hijau, sehingga tak bisa sembarang berjalan dan harus dipatuhi siswa maupun guru. Peralatan safety yang lengkap, bahkan siswa juga harus berambut pendek tanpa aksesoris,” ungkap Kepala SMKS Magetan 1 YKP.
Tak cukup fasilitas belajar yang telah menjadi industri sebenarnya agar siswa siap kerja, SMKS magetan 1 YKP juga menyiapkan siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Sejak awal masuk, sekolah telah melakukan peminatan belajar siswa. (far/mk)


