Magetan – Kampus Unesa 5 menyatakan menolak segala bentuk pelecehan terhadap perempuan terutama mahasiswanya.
Ini disampaikan pihak Unesa secara kelembagaan merespon berita tentang adanya pelecehan seksual nonfisik terhadap mahasiswa Unesa di sekitar lingkungan kos.
“Stop kekerasan. Stop pelecehan,” tegas Wakil Rektor II Unesa, Prof Bachtiar Syaiful Bachri, Rabu (4/11/2026).
Kampus Unesa mendorong semua pihak untuk menciptakan suasana ramah terhadap pendidikan, terhadap mahasiswa yang menempuh kuliah di kampus Maospati.
Kampus Unesa 5 mengungkap telah puluhan kali membicarakan hal ini dengan stakeholder di Magetan.
”Secara internal melalui Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis, kami terus melakukan edukasi agar dari sisi mahasiswa kasus pelecehan tidak terjadi,” kata Prof Bachtiar.
Sebelumnya, anggota BEM Kampus Unesa 5 menyebut ada 11 kasus pelecehan seksual nonfisik yang terjadi di dekat bekas lokalisasi Baben Maospati.
11 kasus itu berasal dari data dan kajian melalui wawancara dan form di media sosial. Dari sejumlah kasus itu, seperti dibuntuti hingga diintip dari pagar, mengalami catcalling, dipanggil dengan sebutan yang merendahkan secara seksual, dan lain-lain. (far/mk)


