Magetan – Semingguan ini, sebagian warga Magetan berburu spot foto dengan latar pepohonan Tabebuya. Ada tiga spot yang menjadi jujugan, yakni di sekitar GOR Ki Mageti, Alun-alun, dan Dusun Gedangan di Candirejo.
Pohon Tabebuya di sejumlah jalur tadi sedang berbunga. Cantik. Pohon besar dengan bunga berbentuk menyerupai terompet, mekar sangat lebat dengan pilihan warna cerah seperti kuning, merah muda (pink), putih, ungu, hingga merah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan, Saif Muchlissun menceritakan penanaman Tabebuya di Magetan dilakukan sejak 2018. Ditanam bertahap, bahkan hingga tahun ini di jalur-jalur protokol.
“Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau. Penanaman terus dikembangkan, terutama di kawasan perkotaan dan jalur-jalur protokol,” ungkapnya, Sabtu (7/11/2026).
Cantik kota karena Tabebuya, dipuji warga.
“Seperti di luar negeri ini. Cantik,” kata, salah satu warga Magetan, Devita yang juga membuat foto dan video pemandangan Tabebuya untuk media sosialnya.
Warga senang dengan keindahan yang terbentuk dari mekarnya pepohononan Tabebuya. Katanya, Magetan jadi ‘Terjepang-jepang’.
“Tentu kami sangat senang dan mengapresiasi respons positif masyarakat Magetan,” kata Saif Muchlissun.

Tabebuya Berasal dari kata bahasa suku Tupi di Brasil, yaitu “tacyba bebuya” yang berarti “Kayu Semut”. Tabebuya adalah jenis pohon hias berkayu yang berasal dari wilayah tropis dan subtropis di Amerika Selatan, seperti Brasil. Sebagian menyebutnya sebagai Sakuranya Indonesia.
“Tabebuya ini dapat menjadi bagian dari penghijauan dan penataan lanskap perkotaan. Kita ingin Magetan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki wajah kota yang menarik dan tertata. Ketika tabebuya berbunga, suasana kota menjadi lebih indah dan memberikan pengalaman visual yang menarik. Bahkan masyarakat menyebut suasananya seperti di Jepang,” jelas Saif.
Dari Tabebuya, Pemkab menyampaikan pesan penghijauan bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga memberikan kebahagiaan, kenyamanan, dan ruang rekreasi bagi masyarakat. (far/mk)


