Magetan – Konsep penanganan sampah dengan mengambil, mengggunakan, lalu membuang, atau sering disebut prinsip “Take-Make-Waste” sudah tak lagi relevan.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo kunjungan di Magetan pada acara Sosialisasi Penanganan Sampah, Selasa (13/10/2026).
Acara ini dihadiri juga Bupati Magetan Nanik Sumnatri, Perwakilan Direktorat Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Ketua DPC Partai Demokrat, dan masyarakat.
Menurut Sartono, konsep penanganan sampah harus diubah menjadi sistem ekonomi sirkular.
“Penanganan berhasil bila, sampah menurun, daur ulang meningkat, dan gaya hidup masyarakat berubah menjadi bertanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.
Sartono akan mendorong hal ini melalui kebijakan politik dan penganggaran agar pemilahan dan penggunaan sampah kembali atau daur ulang makin digalakkan.
Direktur Penanganan Sampah KLH Melda Mardalina dalam sambutan yang dibacakan dalam acara sosialisasi ini menekankan persoalan sampah merupakan tanggung jawab yang bisa diselesaikan secara sinergi.
“Pemerintah terus mengupayakan transformasi mulai dari sumber sampah, hingga hanya residu yang dibawa ke TPA,” ungkapnya.
Menurunya, mengurangi sampah dari rumah, dengan memilah sampah organik dan anorganik. Mengurangi timbunan, memahami prinsip 3R, memilah dan memahami B3.
“Harus dimulai juga kebiasaan kecil yang membawa dampak besar, yakni menggunakan plastik sekali pakai, tumbler dan tas belanja,” imbuhnya.
Bupati Magetan Nanik Sumantri menyambut baik dukungan pmerintah pusat dan DPR RI terkait penanganan sampah. Bupati mengatakan Magetan sedang mengalami darurat sampah. (far/mk)


