Magetan – Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra Magetan tembus 4 besar dalam penilaian tahap II pada Lomba Implementasi Pesantren Sehat ‘IKI PESAT JATIM’ (Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi Pesantren Sehat Provinsi Jawa Timur).
Ini disampaikan Ketua Tim Penilai Malik Afif yang memimpin kunjungan langsung, ke Pondok Pesantren Al Jahra, Kamis (29/10/2026).
“Dari 10 finalis, 4 ponpes di Jatim yang kami kunjungi hari ini. Jadi, sesungguhnya Al Jahra sudah juara,” katanya yang disambut tepuk tangan pendidik, uztaz, dan siswa Ponpes Al Jahra.
Malik menjelaskan di Jawa Timur ada sekitar 7 Ribu Pondok Pesantren. Lomba Pesantren Sehat ini sebagai rewards sistem untuk memberikan dampak baik.
“Kalau di sini ada sekitar 735 santri dan santriwati, berarti layanan kesehatan pemerintah sudah dibantu pihak pondok,” jelasnya.
Malik berharap budaya sehat, lingkungan bersih di Pondok Pesantren bisa ditiru masyarakat sekitar.
Dia menjelaskan isu lingkungan, sanitasi, kesehatan lingkungan menjadi isu yang menjadi prioritas promotif dan preventif masalah kesehatan di pondok.
Salah satu program layanan kesehatan di pondok, yakni Santri Husada, yakni kader atau organisasi kesehatan di lingkungan pondok pesantren yang berperan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dewan Pembina Pondok Pesantren Baitul Quran Al Jahra, Hasan Iqbal Tontowi merasakan betul manfaat program Pesantren Sehat sehingga karena lingkungan pondok bersih, dan memiliki budaya PHBS.
“Lewat program ini kami berikhtiar dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkannya,” ungkapnya.
Ustaz Iqbal mengklaim Al Jahra menjaga komitmen pesantren sehat dengan kebijakan sosialisasi seminggu sekali terkait 40 Hadis Nabi tentang kesehatan. (far/mk)


