Magetan – Upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah tidak cukup dilakukan melalui imbauan. Dibutuhkan fasilitas yang memadai, edukasi yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif siswa sebagai agen perubahan.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, PSDKU Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Sanitasi menginisiasi revitalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di MIN 3 Magetan, menjadi pusat layanan kesehatan sekolah yang lebih modern, higienis, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Program bertajuk “Revitalisasi UKS Menjadi Student Health Care Center Berstandar Trias UKS Pendukung SDGs (Poin 3 dan 6) melalui Sanitasi Modern di MIN 3 Magetan” ini dilaksanakan dalam periode Agustus-Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan kesehatan lingkungan pendidikan dasar sekaligus memperkuat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui program ini, UNESA bersama pihak sekolah berupaya mendorong perubahan yang tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat, peningkatan tata kelola UKS, serta penguatan partisipasi siswa dalam menjaga lingkungan sekolah.
Tim PKM UNESA merancang pendekatan terpadu yang menggabungkan modernisasi fasilitas, penguatan manajemen kesehatan sekolah, dan pendidikan sebaya melalui pembentukan Duta Sanitasi.
Salah satu fokus utama program ini adalah revitalisasi tata kelola UKS menuju konsep Student Health Care Center. Konsep tersebut menempatkan UKS bukan sekadar sebagai ruangan untuk menangani siswa yang sakit, melainkan sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan sekolah yang terencana, higienis, dan mendukung pendidikan kesehatan.
Dalam program tersebut, tim merancang pembenahan ruang UKS, penyediaan tempat tidur pemeriksaan yang memenuhi kebutuhan pelayanan dasar, pengadaan peralatan kesehatan, serta modernisasi fasilitas sanitasi. Program juga mencakup penyediaan wastafel dengan keran sensor otomatis (touchless faucet). Penggunaan fasilitas tanpa sentuh diarahkan untuk mengurangi kontak tangan dengan permukaan keran yang digunakan bersama.
Selain aspek fisik, program ini dirancang untuk memperkuat administrasi kesehatan melalui Digital Health Record. Sistem tersebut memungkinkan pencatatan kunjungan UKS, keluhan kesehatan, serta data pertumbuhan siswa secara lebih terstruktur. Dengan pengelolaan yang tepat, data kesehatan dapat membantu sekolah memantau kebutuhan siswa dan merencanakan tindak lanjut bersama pihak terkait.
Pembenahan tersebut berkaitan dengan penerapan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Ketiganya menjadi landasan agar kegiatan kesehatan tidak berhenti pada penyediaan sarana, tetapi berkembang menjadi sistem yang dapat dijalankan secara konsisten.

Kepala MIN 3 Magetan, Kushadi, menyambut positif kehadiran program tersebut. Menurutnya, sekolah memang membutuhkan mitra yang dapat membantu memperkuat pembiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.
“Memang kami ingin mencari rekanan atau yang bisa diajak untuk bekerja sama tentang pembiasaan dan kebiasaan budaya bersih dan sehat di MIN 3 Magetan,” ujar Kushadi.
Program PKM Sanitasi ini melibatkan tim lintas prodi dari UNESA yang dipimpin oleh Muh. Syauqi Malik. Tim juga mencakup Rachmat Efendi, dari bidang Sastra Inggris; Zuniar Kamaluddin Mabruri, dari bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Nanda Veruna Enun Kharisma, serta Wirdatul Khasanah.
Program revitalisasi UKS di MIN 3 Magetan secara langsung mengacu pada dua tujuan SDGs. Pertama, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan pentingnya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.
Kedua, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, yang berkaitan dengan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang aman. (far/mk)


