Magetan – Pemkab Magetan dan Komisi A DPRD Magetan meninjau kesiapan infrastruktur pendukung untuk calon sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Lembeyan.
Peninjauan lapangan dilakukan Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, didampingi Ketua Komisi A DPRD Magetan, Gaguk Arif Sujatmiko, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Fokus peninjauan pada akses jalan dari depan Puskesmas Lembeyan menuju lokasi gedung bakal SMK. Saat ini, kondisi jalan pendukung sepanjang jalur tersebut masih terbilang sempit, berlapis pengerasan tanah, dan belum tersentuh pembangunan permanen.
Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, menjelaskan pembenahan infrastruktur jalan belum dianggarkan pada tahun anggaran sebelumnya. Itu karena pengoperasian gedung sekolah tersebut baru dipastikan.
Pemkab Magetan telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Timur agar bangunan tersebut segera dimanfaatkan.
“Kami mengusulkan gedung ini dijadikan SMK Pertanian dan Peternakan, termasuk keahlian teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan). Potensi daerah kita di sektor ini sangat luar biasa, khususnya peternakan ayam,” terang Kang Suyat, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan data Pemkab Magetan, populasi ayam petelur di Magetan kini hampir menyentuh angka 3 juta ekor (2.953.000 ekor), sementara produksi ayam potong mencapai sekitar 22,6 juta ekor dalam lima kali siklus panen per tahun. Selain itu, mayoritas wilayah Magetan juga berbasis pada sektor pertanian.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur merespons positif usulan tersebut. Mengingat pengelolaan SMK berada di bawah kewenangan provinsi, Gubernur Jawa Timur telah menyetujui pembukaan sekolah kejuruan ini, dengan target penerimaan peserta didik baru (PPDB) dimulai pada tahun ajaran 2027.
Merespons keputusan tersebut, Pemkab Magetan kini bergerak cepat menyiapkan akses transportasi menuju sekolah. Pembahasan anggaran pembangunan jalan akan didorong bersama pihak dewan agar bisa terealisasi sebelum proses belajar mengajar dimulai.
“Persetujuan dari Ibu Gubernur disampaikan saat kunjungan rangkaian HUT Provinsi kemarin. Oleh karena itu, percepatan ini harus segera kita antsipasi bersama dewan dalam pembahasan anggaran. Jangan sampai saat siswa mulai masuk pada pertengahan 2027, kondisi jalannya masih Becek dan menyulitkan akses belajar,” pungkasnya. (far/mk)


